Perempuan tersayang

Perempuan tersayang itu dipanggil 'Umi'. Kasihnya sepanjang masa, cintanya tulus dan abadi. Tidak ada yang dapat mengalahkan perasaan seorang ibu (Umi) kepada buah hatinya.

Oh Umi, perempuan tersayangku...

Jiwanya dilanda rasa cemas jika mendapati buah hatinya merintih kesakitan.

Hatinya terluka bagaikan tercabik ribuan pisau jika melihat buah hatinya terluka entah itu luka batin ataupun fisik.

Batinnya pun menangis ketika melihat air mata kesedihan mengalir dari sang buah hati.

Umi akan selalu memberikan jiwa dan raganya untuk anak, buah hati yang dicintainya. Apapun akan dikorbankan ... demi kebahagiaan anak.

"Apalah arti bahagia jika melihat anak menderita." ungkap Umi, yang tidak akan pernah berhenti memberikan kasih dan sayangnya.

Umi lah yang pertama kali mengenalkan apa itu arti 'cinta' dalam kehidupan.

"Kamu adalah cintanya Umi, nafas dan kehidupan Umi ada padamu." Umi berkata dengan mata yang berkaca-kaca, seakan ada batu besar yang menghalang air mata tuk mengalir ke bawah. Batu itu adalah tekad, Umi bertekad untuk tampil tegar dan kuat di hadapan anaknya.

Bahkan Umi akan rela menukarkan nyawanya, menukarkan kehidupannya dan menukarkan apapun yang dimilikinya demi menyelamatkan hidup anaknya.

Ikatan yang dimiliki Umi kepada anaknya tak akan pernah hilang, cintanya abadi.

Oh perempuan tersayang yang kupanggil ' Umi '

Kini umur seakan menguras sedikit demi sedikit energimu, tubuh yang dahulu kuat kini mulai melemah, kulit yang dahulu kencang kini mulai mengendor, rambut yang dulu hitam kini mulai memutih.

Ketika anakmu perlahan demi perlahan tumbuh dewasa begitupun dengan Umi yang semakin menua dimakan usia.

Oh Umi...

Izinkan anakmu untuk menjalankan bakti padamu

Walau tak akan bisa membalas seluruh jasamu.

Bagiku Umi adalah perempuan tersayangku dan pahlawan di dalam hatiku. Umi yang mampu mengerjakan seluruh pekerjaan rumah seorang diri, Umi yang membantu Bapak bekerja mencari nafkah, Umi yang mampu mengurus dan mendidik anaknya, Umi yang masih bisa tersenyum walau diterpa ribuan rasa lelah.

Aku ingin menjaga senyuman Umi. Senyuman yang tak pernah berubah dari dulu hingga sekarang. Senyum yang tulus.

Umi... Kau adalah perempuan tersayang

Teruntuk Umi 'perempuan tersayang'.

Berjuta kata tak dapat mewakili seluruh rasa cintaku padamu. Tapi lewat tulisan ini aku berbicara cinta padamu

Dari anakmu Ciia yang paling Umi sayang.

Komentar