Fira and The Lunar
Eclipse (Fira
dan Gerhana Bulan)
By : Ismilia Nur Cahya [ Mila Shine]
Jika kau terbang menuju bintang kedua di sebelah kananmu dan melaju terus hingga pagi, kau akan tiba di Never Land, pulau ajaib tempat para putri duyung asyik bermain dan anak-anak tidak pernah tumbuh besar.
Setiba disana, mungkin akan kaudengar
bunyi-bunyian mirip deting lonceng-lonceng kecil. ikuti bunyi itu dan kau akan
tiba di Pixie Hollow, jantung Never Land yang tersembunyi. Sebuah pohon mapel
besar tumbuh di Pixie Hollow, dan di dalamnya hiduplah ratusan peri perempuan
dan laki-laki.
__________________________________________________________________________
Fira terbang dengan penuh semangat menuju kamarnya di Home Tree. Tubuhnya begitu berkilau mengeluarkan sparkrling yang membuat takjub peri-peri lain yang melewatinya. Tentu saja hanya peri bakat lampu yang mampu mengeluarkan sinar yang begitu cemerlang, kilau yang dihasilkan berbeda dengan kilauan peri bakat manapun.
Fira adalah peri bakat lampu. kini ia sedang sangat berbahagia terlihat dari sinar yang dihasilkan begitu bersinar. Setelah mendapati panggilan dari Ratu Clarion wajahnnya tak pernah berhenti tersenyum sepanjang perjalanan menuju Home Tree.
Di setiap musim ada berbagai perayaan dan festival. Peri bakat lampu menampilkan pertunjukan cahaya yang memesona dan pertunjukan boneka labu bayangan. Setiap hari Fira dan teman-temannya mempersiapkan perayaan dengan melatih arah cahaya dalam labu yang dibentuk seperti boneka.
“Hi Fira!” sapa Helios peri bakat lampu itu
terbang melewati Fira dengan membawa banyak sekali labu.
“Oh hallo Helios ... bagaimana persiapan
untuk perayaan pertama musim ini?” tanya Fira kepada peri bakat lampu yang baru
itu.
“Wah sangat menarik, ini adalah pengalaman
pertamaku,” balas Helios, “tapi maukah kau membantuku membawakan labu ini ke
bengkel Tinker Bell.”
“Oh baiklah akan kubantu, bukankah Glory
yang ditugaskan mengantar labu untuk perayaan musim ini.” timpal Fira.
“Iya seharusnya pekerjaan ini sudah
rampung sebelum perayaan dimulai, karena mengumpulkan labu bukanlah hal mudah,
tapi hei kau belum mendengar mengenai tragedi labu busuk.” jelas Helios.
“Tidak mungkin!” tukas Fira, “Glory baru saja melaporkan kepadaku semua labu aman terkendali.”
Dengan perasaan geram Fira membantu Helios membawa sisa labu yang bisa diselamatkan itu menuju bengkel Tingker Bell, setibanya disana Fira mendapati Glory yang sedang mengusap air matanya dengan kain daun pemberian Tinker Bell. begitu melihat kedatangan Fira dan Helios, tangis Glory kembali meledak. Ia meratap begitu kerasnya pada Fira sampai Helios terpaksa menutupi kedua daun telinganya dengan tangan.
“Hei jangan ribut di bengkel, Glory. Kau
membuat kuali panciku ketakutan dengan suara tangismu.” sindir Tink yang juga
terpaksa menutupi kedua daun telinganya.
“Maafkan aku Fira, padahal peri bakat
tanaman sudah mengatakan padaku sebulan yang lalu bahwa labu-labu tak bisa
dipanen, tetapi aku lupa menyampaikan pesan ini kepadamu.” jelas Glory sendu,
mata peri bakat lampu itu tak berani bertatapan dengan Fira secara langsung.
“Seharusnya kau meminta tolong Spring, peri bakat pesan untuk menyampaikannya padaku.” keluh Fira, peri bakat lampu itu menahan kesal dan menggepalkan tangannya erat-erat. Ia tidak ingin marah di hari yang harusnya bahagia ini.
Fira dipanggil oleh Ratu Clarion karena ia
diberikan tugas untuk bertanggung jawab mengurusi perayaan gerhana bulan
menggantikan Sparkle yang memiliki tugas untuk pergi ke tanah yang hilang, Fira
mengatakan kepada Ratu Clarion bahwa para peri bakat cahaya akan memaksimalkan
pertunjukan boneka labu bayangan, karena pertunjukan peri bakat lampu adalah
jantung acara perayaan. Gerhana bulan yang hanya terjadi setahun sekali akan
membuat Pixie Hollow gelap karena bulan tak dapat menerima pantulan cahaya dari
matahari, maka peran peri bakat lampu adalah menerangi Pixie Hollow dengan
lampu-lampu dari labu yang dapat menerangi semua penjuru Pixie Hollow.
Pertunjukan akan diadakan sebulan lagi tapi labu-labu yang tersisa tidak mungkin bisa digunakan untuk menerangi seluruh Pixie Hollow. Fira terduduk sedih di bengkel Tink, Helios hanya bisa menatap iba, Glory masih terisak dan Tinker Bell menatap bingung dengan situasi yang ada. Hingga keheningan itu terpecahkan oleh jatuhnya cermin di hadapan Fira.
Pak
Suara itu cukup keras dan membangunkan
Fira dari lamunanya. “Aku punya ide!” seru Fira, seketika membuat semua mata
peri di ruangan itu menatap padanya.
“Apa idemu, Fira?” tanya Helios penasaran.
“Tapi aku membutuhkan persetujuan Tink.”
balas Fira menatap penuh harap ke arah Tinker Bell.
“Baiklah apa yang bisa kubantu untuk perayan gerhana bulan, Fira?” tanya Tink sambil memperbaiki poninya.
“Aku membutuhkan bakatmu Tink untuk
membuat labu dari bahan bekas atau barang yang hilang.” jelas Fira.
“Tapi tidak mungkin aku membuat 1000 labu
untuk perayaan gerhana bulan, Fira.” keluh Tink dengan raut wajah tak percaya, bahwa
dalam waktu sebulan dapat membuat 1000 labu pengganti labu-labu yang busuk. Walaupun
dengan bantuan semua peri Tinker sekalipun.
“Tidak Tink, kau cukup membuat 10 labu
untuk perayaan tapi labu-labu itu harus diisi dengan cermin.” ujar Fira
mengambil cermin kecil milik Tink yang jatuh di hadapannya.
“Aku mengerti, Fira!” ucap Helios, “bolehkah aku membantumu menciptakan pantulan.”
Tiga peri itu kini melakukan percobaan dengan masing-masing memegang satu cermin, Fira yang pertama kali mengeluarkan cahaya dan dipantulkan oleh cermin Helios. Kemudian Helios mengarahkan kekuatannya dan mengarahkannya ke cermin Tinker Bell yang hampir saja terjengkang karena menerima pantulan cahaya, tetapi dengan bantuan Fira cahaya itu dapat ditangkap dan diarahkan ke cermin miliknya. Hingga akhirnya terbentuklah 3 jalan cahaya yang menerangi bengkel kecil Tinker Bell.
“Bisakah cahaya ini hilang? Mataku sakit,
tak terbiasa dengan cahaya yang sangat terang.” keluh Tink.
Fira langsung mengambil dan membuka botol
peri, kemudian melemparkannya ke Hilaos. Seketika cahaya ditangkap dan
dimasukan kedalam botol. “Sudah beres.” ucap Fira bahagia dengan idenya yang
cemerlang.
“Sama sekali belum, Fira.” ujar Helios,
“kita masih belum membuat 10 labu dengan cermin didalamnya.”
Fira memandang ke arah Tinker Bell yang
disambut dengan senyum tanpa ekspresi. “Baiklah akan kubereskan dalam seminggu”
ucap Tink.
“Tapi tentu saja kalian harus membantuku membuatnya” tambah Tinker Bell.
Hari demi hari berlalu, pembuatan labu
dengan cermin memang belum memiliki persetujuan dari Ratu Clarion. Ini akan
menjadi kejutan terbesar di perayaan musim ini.
Tibalah hari dimana gerhana bulan terjadi. Malam semakin gelap dengan tidak adanya cahaya bulan yang menerangi dan semua peri menjadi ketakutan, tapi tidak lama setelah itu sebuah kilatan cahaya melaju dari satu sisi ke sisi yang lain dengan sangat cepat melebihi kecepatan peri bakat terbang sekalipun, hingga semua sinar memenuhi penjuru Pixie Hollow.
Ini belum pernah terjadi dalam sejarah gerhana bulan. Semua mata peri terbelalak kaget tak percaya bahwa musim perayaan kali ini akan menjadi sangat berbeda dan menakjubkan, malam itu semua peri berbahagia menyambut perayaan musim dengan sukacita.
~Selesai~
Komentar
Posting Komentar