Pemuda Penggerak Peradaban

 

Pemuda Penggerak Peradaban

Resume Kajian Ustad Edgar Hamas

 

“Sesungguhnya yang dikehendaki oleh Islam adalah sebagian besar waktumu, hampir seluruh hartamu, dan segarnya masa mudamu. Islam menghendaki dirimu, seluruhnya. Islam menghendaki saat kamu bertenaga, bukan saat sudah loyo. İslam menghendaki masa mudamu, masa kuatmu, masa perkasamu, dan bukan masa rentamu. Islam menghendaki

semua yang terbaik, termulia, dan teragung darimu.”

(Asy-Syahid Syaikh Abdullah Azzam)

 

Masa muda adalah masa terkuat di antara dua masa terlemah, yaitu masa kanak-kanak dan masa tua. Salah satu bentuk kesuksesan Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun adalah keberhasilannya dalam bidang kaderisasi pemuda. Usia yang sangat potensial ini tidak dibiarkan berlalu tanpa arti. Generasi muda itu haruslah dididik dan dikembangkan dengan sebaik-baik pengajaran dan Rasulullah SAW adalah sebaik-baik murabbi.

 

Para sahabat Rasulullah SAW banyak diisi oleh barisan pemuda, yang merupakan sosok terdepan dalam kancah perjuangan kaum muslimin. Karena sejak muda mereka membersamai dakwah dan perjuangan Nabi SAW. Mengapa pemuda? Karena pemuda sangat mudah menerima perubahan, mari sejenak kita mentadaburi generasi muda islam dalam lintas peradaban.

 

Rasulullah SAW di kelilingi oleh anak muda, karena anak muda pandai menerima perubahan. Maka ketika Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul, banyak pemuda yang menerima islam, salah satunya adalah Utsman yang masuk islam di usia 34 tahun, Talhah di usia 15 tahun, Zubair bin Awwam di usia 15 tahun, Mush’ab bin Umair 29 tahun, seorang duta pertama dalam islam yang meninggalkan seluruh kekayaan dan kenyamanan yang dimiliknya bahkan diusir dari rumah, pemuda tampan ini diutus ke Yastrib (sekarang Madinah) untuk berdakwah, inilah pemuda yang mampu mengajak hampir seluruh penduduk Yastrib masuk islam. Bahasa diplomasi yang halus dan lembut mampu mengubah sudut pandang dan menegakkan pendirian tokoh masyarakat. Tak kalah hebat ada Arqam bin Abil Arqam yang menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul Rasulullah SAW dan para sahabat, umurnya masih 18 tahun. Di rumahnya yang berada di dekat ka’bah itu Hamzah masuk islam, Umar masuk islam dan para sahabat lainnya belajar bersama melingkar dengan Rasulullah SAW.

 

Pemuda hebat lainnya adalah Saad bin Abi Waqqash disebut sebagai singa yang menyembunyikan kukunya, seseorang yang jika memanah tidak pernah meleset, bahkan Saad pernah memimpin kaum muslimin melawan 350.000 pasukan persia beserta gajah-gajahnya. Memimpin diatas kasur karena sakit, tapi siapa yang menang? bukan pasukan gajah, melainkan pasukan Saad bin Abi Waqqash.

 

Pemuda sebagai benih peradaban besar islam, Itulah hikmah anak muda, mengapa banyak golongan muda yang ikut dakwah Nabi, sementara yang senior banyak melawan dakwah Nabi, karena mereka cenderung berada pada zona nyaman. Maka di zaman Nabi kita bisa menyaksikan banyak golongan kecil mengalahkan golongan besar, disanalah ada anak muda yang mempunyai andil besar dalam perubahan, maka gelar agent of change pantas disematkan   untuk pemuda.

 

Ketika para sahabat Nabi ingin mencegat kafilah Abu Sufyan tapi malah berakhir dengan perang, perang yang di menangkan oleh golongan kecil, itu adalah bukti kuasa Allah SWT. saat sebelum perang badar terjadi, seseorang yang berinisiatif membuat tenda adalah pemuda bernama Saad bin Muadz, kemudian yang merumuskan memilih tempat adalah pemuda bernama Khubab bin Mundzir yang berumur 25 tahun, memindahkan ke dekat sumur agar mudah dalam mencari air ketika haus. Begitulah anak muda yang mampu bekerja dengan baik karena pemuda sangat mudah dalam mobilitas.

 

Kisah lainnya ada Muhammad Al-Fatih berusia 21 tahun, telah memimpin dalam pembebasan Konstatinopel, tapi sebelum membuka konstatinopel, Al-Fatih telah membebaskan 200 kota, menyatukan 2 imperium, menyatukan 7 kerajaan dan wafat ketika membebaskan Roma, barangkali Roma adalah jatah kita untuk membebaskannya?

 

Tapi itu bukanlah yang termuda, di zaman Rasulullah SAW ada yg lebih muda, pasukan itu berangkat setelah Rasullah SAW wafat dan wasiat terakhir Rasulullah SAW adalah mengirim pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid, yang pada saat itu berusia 17 tahun. Pasukan yang dikirim untuk menuju romawi, dibawah pimpinan pemuda yang berbadan kekar, beerpikiran cerdas, sangar ditakuti oleh musuh dan disegani oleh kawan, bahkan memimpin senior seperti Umar. Maka di bawah kekhalifahan Abu Bakar yang pertama dilakukan adalah memberangkatkan pasukan Usamah.

 

Mari melihat jumlah umat muslim saat ini, jika kita berkunjung ke Mekkah maka kita akan menemui banyak muslim yang berasal dari India, Pakistan dan Bangladesh. Banyak sekali jumlah muslim terutama di Pakistan, hebat sekali pembawa dakwah yang membebaskan tanah Pakistan dan menaburinya dengan islam. Maka tidaklah orang pakistan shalat kecuali pahalanya sampai ke pembawa dakwah, tidaklah adzan berkumandang di India kecuali pahalanya sampai ke pembawa dakwah, dan tidaklah wanita Pakistan memakai jilbab kecuali pahalanya sampai kepada orang yg membuka gerbangnya pertama kali.

 

Panglima muslim yg membuka pakistan adalah seorang anak muda berusia 16 tahun, namanya Muhammad bin Qasim Ats-saqofi yang pertama kali membuka gerbang shin (sekarang daerah Afganistan, Pakistan, Banglades), ia berasal dari kabilah tsaqif. Ada yang ingat ketika Rasulullah dan Zaid bin Tsabit pergi ke kota Thaif, disana kabilah Ttsaqif menghina dan mengusir Rasullah SAW. Ketika malaikat gunung berniat menimpakan 2 gunung terbesar kepada penduduk Thaif, apa yang Rasulullah SAW katakan? “Jangan! semoga saja dari sanalah lahir orang yang menyembah Allah dan menaati Rasulnya.”

 

Kisah mashyur lainnya yang sering kita dengar bahkan diabadikan dalam Al-Qur’an adalah kisah pemuda kahfi. Al-Quran mengisahkan tentang anak muda, kisah tentang nak muda yang berlindung di gua dan tertidur selama 309 tahun lamanya, ada yg mengatakan berjumlah 7 atau 5 orang, tapi kita tak usah berdebat dalam jumlah tapi mengambil hikmah dari setiap cerita. Pemuda kahfi ini tahu yg memimpin mereka adalah raja zalim bernama Dikyanus, mereka pergi ke goa menyelamatkan keimanan mereka.

 

Kisah nabi yang akrab di telinga kita, ketika masa mudanya saat ada pasar hari raya, ia mengambil kapak dan menghancurkan berhala-berhala kecil dan menaruh kapak di berhala besar, Allah SWT menyifati Ibrahim dengan fattah berarti anak muda. Kemudian kisah anak muda yg rela wafat ditembak panah oleh sang raja, namun ketika dia wafat seluruh kota beriman kepada Allah SWT, namanya kisah Ashabul Uhdud. Singkat cerita berawal dari kerajaan yang mengadakan sayembara untuk melanjutkan penyihir kerajaan yang sudah tua dan membutuhkan penerus muda, anak muda ini tertarik mengikuti sayembara, di tengah jalan bertemulah ia dengan ahli ibadah. Ternyata ia lebih tertarik dengan dakwah kepada Allah. Sang raja tidak suka dengannya, karena mendapati banyak rakyatnya yang beralih datang ke pemuda ini dalam hal pengobatan. Hanya dengan menyebutkan bismillah semua sakit terobati.

Bahkan sudah ada 3 kali percobaan pembunuhan tapi gagal, ketika raja menginginkannya mati maka dia memenuhinya dengan syarat panggil seluruh penduduk ke alun-alun dan perintah untuk memanah anak muda ini dengan kalimat “Dengan menyebut nama tuhan anak ini”. Panah melesat dan membunuh pemuda ini, tapi dengan kematiannya banyak penduduk memeluk agama anak muda ini. Sungguh hidupnya bermanfaat dan matinya pun mengisnpirasi. Sampai sang raja membuat parit api untuk membunuh pengikut yang mengikuti jejak anak muda ini.

 

Harta kekayaan terakhir anak muda adalah prinsip, jika prinsipnya telah dijual maka bukanlah anak muda. Sebagaimana kisah sahabat nabi yang tertangkap orang Qurays, sahabat yang bernama Khubab bin Adi yang disalib oleh Abu Sufyan, ketika ditanya “Khubab apakah engkau rela kau dibunuh dengan disalib dan Rasulullah SAW tetap aman di Madinah?”

Khubab menjawab, “Aku tidak rela, meskipun ketika duri terkena kaki Rasulullah SAW, sementara aku tenang kepada keluargaku dirumah.”

 

Itu adalah prinsip yg kokoh yang dimiliki oleh pemuda, karena pemuda akan berinovasi yang kreatif. Contohnya tadi kisah Ashabul Uhdud, ide yang dibuat oleh pemuda tersebut sangat kreatif dan tak pernah terpikirkan oleh raja, karena dengan wafatnya dapat menginsprasi banyak orang. Kisah ini terjadi oleh ahlul fatrah, masa antara Nabi Isa As dan Nabi Muhammad SAW yang berjarak 600 tahun, selama itu ada yg menyembah Allah SWT, ada yg pula sesat. Sebelum diutus Rasulullah SAW ada pula yang bagus ibadahnya, yaitu Abu Bakar dan Utsman, ketika ditanya mengapa tidak ikut meminum bir? Apa jawabannya, “Kalau bir itu dapat merusak akal, maka akan pula merusak hidup.”

 

Ciri-ciri anak muda dalam Al-Qur’an adalah keyakinan total kepada Allah SWT, ketika para sahabat melawan pasukan arab di perang khandaq, pada sat itu pasukan arab adalah pasukan terbesar dalam sejarah arab, bayangkan 10.000 pasukan arab vs 3000 pasukan muslim. Tapi apa yang dikatakan para sahabat? mereka tak gentar karena janji tuhan itu benar. Kemenangan kaum muslimin dapat diraih hanya dengan 2 kejadian, masuk islamnya Nuaim bin Masud dan angin puting beliung.

 

Ciri pemuda dalam Al-Qur’an adalah keyakinan total kepada Allah SWT, tidaklah berpikir kaya dulu baru sedekah. Allah SWT memerintahkan sedekah dulu baru kaya. Maka kepada pemuda janganlah mengatakan carilah dunia dan jangan lupakan akhirat. Tapi yakinlah kepada Allah SWT, untuk mencari akhirat dan jangan lupakan dunia. Karena begitu akhirat yang dicari, maka dunia akan mengikuti.

 

Mengapa keayakinan bagi anak muda itu gampang? karena anak muda belum banyak pengalaman. Berbeda dengan generasi tua, karena bnyk pengalaman maka logikanya bermain sehingga terlalu bertumpu dengan logika ala manusia. Sedangkan pemuda yang berimajinasi tinggi dan keyakinan total, akan merubah pandangan tersebut. Bahkan seorang Umar bin Khattab ketika memimpin kaum muslimin, datang umar ke majelis anak muda untuk menanyakan pendapat, karena pemuda belum banyak pengalaman maka imajinasinya sangat tinggi.

 

Jikalau Khalid bin Walid mengikuti taktik perang nenek moyangnya, pastilah umat muslim kalah, Khalid yang masih muda ini berimajinasi dengan menggabungkan 2 taktik, taktik gerilya orang arab dan taktik konvensional orang romawi. Perang yarmuk 30.000 pasukan muslim melawan setengah juta pasukan musuh, Khalid selalu menang dalam perperangan. ia berimajinasi ketika datang ke tempat baru maka ia menutup mata dan membayangkan bagaimana jika terjadi perang di tempat ini dan bagaimana cara untuk menang, meramnya Khalid untuk berpikir, memasang strategi. Bagaimana dengan kita?

 

Keyakinan itu sulit bagi orang-orang yang dekat dengan dunia dan jauh dari akhirat. Bagaimana mereka dapat memikirkan jumlah yang kecil mengalahkan jumlah yang besar, karena logika mereka menganggap jumlah besarlah yang akan menang terhadap yang kecil. Maka yakinlah kepada janji Allah, kemenangan umat muslim. Dengan yakin maka kita dapat melihat betapa banyak golongan kecil mengalahkan golongan besar.

 

Rasulullah SAW hidup di kelilingi anak muda, salah satunya adalah Imam Bukari penulis kitab yg paling shahih setelah Al-Quran, beliau menulis buku pertamanya di usia 18 tahun, Imam Syafii menjadi mufti, orang yg dimintai fatwa ketika beliu berusia 15 tahun. Ibnu Batutah seorang penjelajah muslim yang memulai petualangannya di usia 20 tahun. Abddurrahman Ad-dakhil adalah raja pertama Andalusia, usia 24  tahun telah membangun kerajaan di spanyol, bagimana dengan kita? apa karya yang telah kita buat?

 

Padahal Al-Qur’an kita sama, kiblat kita sama, Rasul kita sama. Apakah kita yakin, bisa mengulang apa yang dilakukan para sahabat Nabi? Tidaklah kita berbeda, maka haruslah kita percaya dengan keajaiban Al-Qur’an, sebagaimana Al-Qur’an menghebatkan para sahabat. Maka Al-Qur’an mampu menghebatkan bangsa manapun, yaitu yang mampu berpegang teguh pada Al-Qur’an.

 

Mudah-mudahan dari Indonesia lahir pemuda-pemuda yang mampu memberikan secercah harapan dan cahanya kepada umat islam sedunia. Bukankah kemenangan islam datang dari arah yang tak disangka-sangka?

Seperti bagimana Amerika mengira, ketika menghancurkan 2 kota di Jepang. Maka Jepang akan hancur dan tidak dapat bangkit kembali, terjadi misskalkulasi. Jepang malah bangkit melampaui Amerika. Tadinya orang arab mengira datangnya 10.000 pasukan ke Madinah akan menghancurkan Madinah, tapi salah besar. Ketika Firaun mengejar Nabi Musa As dan pengikutnya, ketika terjebak dan tak lagi ditemukan jalan. Di depan adalah laut dan di belakan Firaun dan bala tentaranya mengejar, cukup Allah SWT perintahkan untuk kepakan tongkat ke laut dan laut terbelah membuka jalan, lalu siapa yang mati? Firaun dan tentaranya lah yang mati karena tenggelam. Raja Namrud mengira tak akan mati, tapi mati hanya karena lalat, Abrahah mengira dapat menghancurkan Ka’bah dengan pasukan gajah, tapi ternyata tidak, Allah SWT mengirim burug kecil dengan membawa batu kecil yang dapat menghancurkan pasukan gajah.

 

Pemimpin-pemimpin besar hadir bukan dari tempat yg di sangka-sangka. Apa kau ingat, Buya Hamka lahir dari Bukit Tinggi, Badiuzzaman Said Nursi lahir dati Fahn bahkan presiden pertama Republik Indonesia Soekarno lahir di Blitar. Awalnya Madinah tidak diperhitungkan oleh dunia, tapi menjadi Ibukota muslim. Bisa jadi yang akan meneruskan estafeta peradaban islam ini adalah kita, bangsa Indonesia. Arab pernah memimpin, begitupun Persia dan Turki sudah pernah. Apa selanjutnya adalah kita Indonesia? wallahualam.

 

Allah maha kuasa menerbitkan bintang darimana saja, barnangkali Fatih selanjutnya adalah kita? penerus Salahudin adalah kita? tak ada yang tahu. Pemuda itu layaknya air dalam peradaban. Ketika di suatu wilayahnya mengalir air, maka peradaban akan dimulai. Sama pula ketika para pemuda sudah tegak berdiri dengan gemuruh di dada berisi degup kebenaran, maka kemenangan islam tinggal menghitung hari.

 

Begitulah tadabur menenai anak muda lintas peradaban yang mampu menggerakan perubahan, sejatinya pemuda memiliki sifat resah, resah ketika ada suatu permasalahan dengan negeri yang ia tapaki.

 


Komentar