Debu yang hilang


Benda itu kini terselip di antara buku-buku bacaan lainnya atau bahkan tergeletak di atas rak yang mulai berdebu. Benda yang jarang dilirik itu kini jarang disentuh bahkan saat kau menyentuhnya debu setebal 1 inci bisa bertengger di atasnya. Bahkan bisa terlupakan karena berjejer di antara buku-buku yang jarang dibaca.

Bukan terlupakan tapi dilupakan, betapa miris kata terlupakan menjuntai pada kitab suci yang selalu dijaga, dengan penjagaan terbaik. Sungguh tak beradab, bukankah kita sudah tau adab terhadap Al-Qur'an, berarti belum ada rasa cinta di dalamnya.

Karena ibarat seperti kita mencintai seseorang, pasti akan kita berikan yang terbaik, untuk seseorang yang kita cintai dengan tulus. Kalaupun seseorang itu menyelamatkan nyawa kita maka rasa hormat akan diberikan kepadanya.

Bukankah Al-Qur'an adalah penyelamat di hari akhir kelak?


Lanjutannya menyusul...





Komentar